Klik dan lihat

Saturday, October 31, 2009

1 israel, 1 kristian dan minda islam yang diserang

Umat Islam mula lemah bila diserang minda mereka sekitar tahun 900 hijrah .Serangan pemikiran ini mula dilancarkan oleh pihak kristian setelah mereka kalah dalam siri peperangan salib yang berlaku diantara tentera-tentera kristian dengan Salahudin al-Ayyubi rahimallahu ta`ala.

Tentera-tentera kristian ini telah ditewaskan berpuluh-puluh kali sehingga akhirnya
gerakan zionisma bergabung dengan gerakan kristianisasi mengambil jalan seperti yang terdapat di dalam surat yang ditulis oleh Raja Louis VI (surat ini
masih lagi ada sehinggalah ke hari ini, dan boleh dibaca di sebuah Univ. di Perancis). Apabila Raja Louis VI ditewaskan oleh Salahudin al-Ayyubi, maka beliau dipenjarakan di sebuah tempat di negara Mesir.Lalu di dalam penjara itulah beliau telah menulis sepucuk surat dan surat inilah yang telah dihantar kepada seluruh panglima-panglima yahudi/kristian.

Dimana diantara isi kandung surat itu beliau mengatakan bahwa:

"Sesungguhnya peperangan yang akan kita hadapi dengan umat Islam pada masa akan datang adalah bukan lagi peperangan bersenjata, kerana aku mendapati bahwa umat
Islam tidak takut untuk mati di medan pertempuran.Mereka cintakan syahid kerana mereka dijanjikan dengan syurga oleh ALLAH SWT.Mereka diajarkan oleh Nabi Muhammad supaya mati mempertahankan ugama Islam.Oleh sebab itulah aku
mendapati peperangan dengan senjata tidak akan mendatangkan hasil kepada kita.Lalu kita mestilah merancang satu bentuk peperangan, iaitulah peperangan pemikiran (qhaswatul fikri), dengan kita tawan otak orang-orang Islam.Namun begitu, kita jangan larangmereka bersembahyang, kita jangan larang mereka berpuasa, kita jangan ganggu mereka untuk pergi menunaikan haji bahkan kita sediakan untuk mereka
kapal-kapal untuk membawa mereka menyeberangi Lautan Merah sehingga sampai di Jeddah.Tetapi yang perlu kita lakukan hanyalah dengan menyemai ke dalam jiwa mereka
satu faham yang dinamakan `al-`ilmaniyah iaitulah sekularisma, yakni satu fahaman yang menganggap Islam ini tidak ada kena mengena dengan pemerintahan, Islam
tidak ada kena mengena dengan hukum potong tangan,Islam tidak ada kena mengena dengan judi; Islam hanyalah sembahyang, Islam hanyalah puasa, Islam hanyalah menunaikan haji ."

Sebenarnya umat Islam mula mengalami masa gelap bukannya disebabkan lemah dalam menguasai ilmu, tetapi umat Islam mula menjadi lemah ialah apabila teori Raja
Louis VI ini menjadi kenyataan.

Suntikan sekularisma ke dalam masyarakat Islam benar-benar memusnahkan sama
sekali moral serta daya juang umat Islam untuk berjihad.Kesan sekular menular dengan begitu pantas.Sepantas perbuatan bida`ah dikalangan umat Islam,iaitu sepertimana amaran Nabi s.a.w. tentang perbuatan bida`ah yang diriwayatkan oleh hadith Abu Dawud, kata Nabi s.a.w. :

"Dan sesungguhnya akan timbul dalam
kalangan umatku beberapa puak yang dijalari oleh
bahaya penyakit suka mengada-ngadakan bida`ah
sebagaimana menjalarnya bahaya penyakit anjing gila
kepada mangsanya - tidak ada suatu urat atau satu
sendi tubuhnya melainkan penyakit itu meresap masuk
menjalarinya." ( Mastika Hadith-Muqaddimah:Hadith 6)

Renung-renungkan lah...

1 comment:

  1. Daerah Mayoritas Islam, Non-Islam Damai

    Demikian juga dengan orang Islam. Menurut mereka, Islam adalah agama damai. Bahkan mereka mengatakan, " Di daerah mayoritas Muslim, orang-orang non-Muslim aman-aman saja. " Sementara yang lain berkata, " Lingkungan di tempat tinggal kami ada berbagai agama. Kami bergaul dan hidup bersama dengan rukun dan damai. " Artinya, orang-orang disekitar kami cinta damai. "

    Dari pengalaman kami di Indonesia, di daerah dimana ada mayoritas Kristen atau Hindu, orang Islam juga mengaku hidup cukup rukun dan damai. Memang inilah salah satu ciri khas masyarakat Indonesia, berbagai suku dan agama tetapi dapat hidup rukun dan damai.
    Mengapa Non-Islam Menilai Islam Anti-Damai?

    Sebenarnya kami ingin sekali percaya bahwa Islam benar-benar agama yang cinta damai. Namun hingga kini masih sering muncul sebuah pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran, " Benarkah agama Islam mencintai perdamaian? "

    Tidak dapat dipungkiri, ada ajaran agama Islam yang cenderung meyakinkan, bahwa Islam tidak menekankan damai dengan orang lain. Ajaran-ajaran ini ditekankan oleh sebagian umat Muslim. Jujur, nurani non-Islam terusik pada kenyataan bahwa banyak terdapat ayat Al-Quran yang memerintahkan Muslim memerangi non-Muslim.

    Ayat-Ayat Al-Quran yang Memberi Kesan Islam Tidak Suka Damai

    "Dan bunuhlah mereka (orang-orang kafir) dimana saja kamu jumpai mereka . . . . " (Qs 2:191).

    "Maka berperanglah kamu pada jalan Allah . . . Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). . . . ." (Qs. 4:84).

    "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah . . . . dan tidak beragama dengan agama yang benar (Islam)....." (Qs. 9:29).

    " Apabila sudah habis bulan-bulan Haram maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka . . . . . " (Qs 9:5).

    ". . . berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. . . . . ." (Qs. 9:73).
    Benarkah Agama Islam Mencintai Damai?

    Pakar Islam berusaha menjelaskan ayat ini supaya tidak kelihatan anti-damai. Namun ayat-ayat di atas jelas tidak menekankan damai. Sering orang-orang Islam tertentu mempergunakan ayat-ayat ini untuk membenarkan penganiayaan dan pembunuhan terhadap penganut agama lain.

    Ketika saya membaca ayat-ayat tentang "Jihad" dalam kitab umat Islam, pasti muncul pertanyaan, "Benarkah agama Islam mengajarkan damai?"

    Bila melihat ayat-ayat di atas, sebagai seorang Muslim, bagaimana pandangan Pembaca mengenai ajaran Islam tentang cinta damai?
    Injil Mengemukakan Damai Antara Manusia

    Menurut nabi orang Islam, orang Kristen memiliki rasa santun dan kasih. ". . . . Kami jadikan dalam hati orang yang mengikutinya [pengikut-pengikut Isa Al-Masih] rasa santun dan kasih sayang" (Qs 57:27).

    Jelas tidak semua orang Kristen demikian. Namun ajaran pokok Injil adalah ajaran damai dan kasih. Tidak ada ajaran perang. Pelajarilah ayat-ayat suci Injil berikut:

    "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).

    "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Injil, Rasul Besar matius 22:39).

    "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; minta berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu" (Injil, Rasul Lukas 6:27).

    "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang" (Injil, Surat Roma 12:17).

    Kita perlu bertanya pada diri kita, "Adakah ajaran di dunia ini yang mengajarkan damai seperti yang diajarkan Isa Al-Masih?"
    Cara Memiliki Damai Ilahi di Hati

    Seseorang yang ingin hidup damai dengan orang lain, perlu terlebih dahulu berdamai dengan Allah. Isa Al-Masih ingin memberi damai pada saudara.

    "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:27).

    ReplyDelete